![]() |
Hanung Bramantyo |
INDONESIA - Sukses menyutradari film-film berlatar sejarah seperti Sang Pencerah dan Gending Sriwijaya,
Hanung Bramantyo kembali berkarya dengan cerita epos. Kali ini ia
mengangkat Soekarno sebagai tokoh sentral filmnya. Film berjudul Soekarno: Indonesia Merdeka! itu
bakal tayang 12 Desember mendatang. Saat syuting.....terakhir di Kebun Raya Bogor, Hanung mengakui ini merupakan satu-satunya film tentang Soekarno yang ia garap. Itu menjawab rasa penasaran publik soal desas-desus bahwa film itu akan dibuat berseri.
bakal tayang 12 Desember mendatang. Saat syuting.....terakhir di Kebun Raya Bogor, Hanung mengakui ini merupakan satu-satunya film tentang Soekarno yang ia garap. Itu menjawab rasa penasaran publik soal desas-desus bahwa film itu akan dibuat berseri.
Awalnya, Hanung memang berencana membuat film itu sebagai trilogi. Judulnya: Indonesia Menggugat, Merdeka, dan Hari-hari Terakhir. Namun, akhirnya dia memutuskan hanya memotret satu sisi saja dari sosok Bapak Proklamator itu.
"Sebenarnya film
Soekarno ya cuma satu ini. Kalaupun ada yang lain, itu karya sutradara
dan rumah produksi lain. Jangan sampai simpang siur, dikira Hanung
semua," ucapnya. Ia menduga, akan ada setidaknya tiga film tentang
Soekarno dalam kurun dua tahun ke depan.
Dua film lain--selain karyanya berjudul Nine Reason tentang sembilan istri Bung Karno dan film yang mengisahkan kehidupan Soekarno saat diasingkan di Ende. Ia sendiri tak masalah dengan adanya film-film saingannya itu. Bagi Hanung, Soekarno merupakan sosok yang inspiratif. Ia bisa difilmkan dari berbagai sisi. Hampir setiap lini kehidupannya menarik. Hanung menganalogikannya seperti Mahatma Gandhi ataupun Nelson Mandela. "Dibuat berbagai sutradara dan berbagai versi. Mandela sampai 3-4 film. Saya nggak perlu buat trilogi. Cukup satu, biar disambung yang lain," ujarnya. Ia sendiri ingin memotret Bung Karno sebagai proklamator, serta founding father Indonesia dan Pancasila.
Dua film lain--selain karyanya berjudul Nine Reason tentang sembilan istri Bung Karno dan film yang mengisahkan kehidupan Soekarno saat diasingkan di Ende. Ia sendiri tak masalah dengan adanya film-film saingannya itu. Bagi Hanung, Soekarno merupakan sosok yang inspiratif. Ia bisa difilmkan dari berbagai sisi. Hampir setiap lini kehidupannya menarik. Hanung menganalogikannya seperti Mahatma Gandhi ataupun Nelson Mandela. "Dibuat berbagai sutradara dan berbagai versi. Mandela sampai 3-4 film. Saya nggak perlu buat trilogi. Cukup satu, biar disambung yang lain," ujarnya. Ia sendiri ingin memotret Bung Karno sebagai proklamator, serta founding father Indonesia dan Pancasila.
Sumber : VIVAlife
Posting Komentar